Narasina.com - Keinginan untuk dihargai dan diakui orang lain merupakan hal yang wajar. Terlebih ketika seseorang memiliki pencapaian atau ide yang dianggap baik.
Namun, jika terlalu bergantung pada pengakuan orang lain, kondisi itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental dan ketenangan hidup. Karena itu, penting memahami cara agar tidak terus-menerus mencari validasi dari lingkungan sekitar.
Mengutip Psychology Today, validasi adalah bentuk pengakuan dan penerimaan terhadap pengalaman diri sendiri maupun orang lain.
Pada dasarnya, hampir semua orang tetap membutuhkan validasi dalam beberapa aspek kehidupan. Meski begitu, terlalu mengutamakan penilaian orang lain dan mengabaikan diri sendiri justru dapat memicu stres hingga rasa tidak aman.
1. Mulai Bersikap Mindful
Salah satu langkah penting adalah membiasakan diri untuk lebih sadar penuh atau mindful dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Cobalah menghargai setiap pencapaian kecil yang berhasil diraih. Evaluasi diri secara perlahan dan catat hal-hal yang ingin diperbaiki agar menjadi bentuk validasi positif untuk diri sendiri.
2. Kurangi Aktivitas di Media Sosial
Beristirahat sejenak dari media sosial juga dapat membantu mengurangi kebiasaan mencari pengakuan dari orang lain.
Dengan mengurangi paparan media sosial, seseorang bisa lebih sedikit membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain. Cara ini juga membantu menekan rasa cemas terhadap respons orang lain pada unggahan yang dibuat.
3. Biasakan Berpikir Positif
Daripada terus mencari validasi eksternal, cobalah mulai memberi penghargaan kepada diri sendiri terlebih dahulu.
Fokuslah pada hal-hal yang patut disyukuri dibanding terus memikirkan kekurangan. Sikap positif dapat membantu seseorang lebih menerima dirinya sendiri.
4. Belajar Mengatakan “Tidak”
Mengutip PsychCentral, kebiasaan menyenangkan orang lain sering kali berkaitan dengan kebutuhan akan validasi.
Karena itu, cobalah mulai berlatih berkata “tidak” pada permintaan-permintaan kecil. Langkah ini dapat membantu seseorang lebih nyaman menetapkan batasan tanpa merasa takut mengecewakan orang lain.
5. Bangun Lingkungan Pertemanan yang Sehat
Lingkungan pertemanan yang positif juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental.
Hindari hubungan yang menguras emosi dan pilih lingkungan yang saling mendukung, menghargai, serta memberi semangat satu sama lain.
Dengan membangun validasi dari dalam diri sendiri, seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh penilaian orang lain.
