Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Bos Yamaha Dorong MotoGP Punya Jendela Transfer Resmi

Bos Yamaha Dorong MotoGP Punya Jendela Transfer Resmi
(Foto: AFP/EVARISTO SA)

Narasina.com - Managing Director Yamaha, Paolo Pavesio, mendesak MotoGP untuk mulai menerapkan sistem jendela transfer resmi seperti olahraga profesional lainnya.

Menurutnya, perpindahan pebalap yang terlalu dini sebelum musim berjalan justru merugikan tim dan pabrikan.

Musim transfer MotoGP memang mulai memanas bahkan sebelum MotoGP 2026 dimulai.

Beberapa pebalap top sudah dikabarkan menentukan masa depan mereka untuk musim 2027 sejak akhir tahun lalu.

Yamaha Kehilangan Quartararo

Yamaha dipastikan akan kehilangan Fabio Quartararo setelah enam tahun bersama.

Pebalap berjuluk El Diablo itu disebut telah menandatangani kontrak dengan Honda sejak 2025.

Meski begitu, kabar kepindahan Quartararo baru mulai ramai terungkap saat tes pramusim awal tahun ini.

Sebagai respons, Yamaha langsung bergerak cepat dengan merekrut Jorge Martin dari Aprilia.

Yamaha juga mendatangkan Ai Ogura untuk menjadi tandem Martin musim depan.

Ogura akan menggantikan Alex Rins yang dilepas tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Ducati dan Aprilia Juga Bergerak Cepat

Pergerakan bursa pebalap MotoGP 2027 tak hanya melibatkan Yamaha.

Ducati sebelumnya dikabarkan telah merekrut Pedro Acosta untuk menjadi tandem Marc Marquez.

Situasi itu membuat Francesco Bagnaia disebut bakal hengkang dan menjalin kesepakatan dengan Aprilia.

Aprilia juga dikabarkan mempertahankan Marco Bezzecchi lewat kontrak baru.

Meski banyak rumor berkembang, sebagian besar perpindahan tersebut masih belum diumumkan secara resmi.

Pavesio: Situasi Ini Tidak Sehat

Paolo Pavesio menilai sistem transfer MotoGP saat ini tidak sehat untuk jangka panjang.

Menurutnya, tim tidak bisa memaksimalkan investasi terhadap pebalap jika masa depan mereka sudah ditentukan terlalu cepat.

"Situasi yang berkembang tahun ini menurut saya tidak sehat dan tidak tepat dalam jangka panjang," ujar Pavesio kepada Moto.it.

"Bursa pebalap yang terlalu dini seperti ini tidak memungkinkan siapa pun memaksimalkan investasi yang telah dilakukan," lanjutnya.

Pavesio juga menyinggung kontrak dua tahun yang kini mulai umum dipakai tim-tim MotoGP.

Menurutnya, hal itu membuat separuh masa kerja sama dengan pebalap menjadi tidak optimal karena fokus mereka sudah mulai terbagi.

Usul Ada Jendela Transfer Resmi

Karena itu, Yamaha meminta MotoGP menerapkan sistem jendela transfer resmi.

Pavesio menilai sistem seperti di sepak bola atau olahraga profesional lain bisa membuat perpindahan pebalap lebih tertata.

"Saya rasa kita membutuhkan pendekatan struktural seperti di olahraga lain terkait jendela transfer, di mana semuanya diselesaikan dalam periode tertentu," katanya.

MotoGP sendiri saat ini tengah memasuki era baru setelah Liberty Media semakin dekat mengambil alih pengelolaan kejuaraan.

Isu regulasi bursa pebalap diperkirakan bakal menjadi salah satu pembahasan penting untuk masa depan MotoGP.

Baca Juga
Artikel Terbaru
  • Bos Yamaha Dorong MotoGP Punya Jendela Transfer Resmi
  • Bos Yamaha Dorong MotoGP Punya Jendela Transfer Resmi
  • Bos Yamaha Dorong MotoGP Punya Jendela Transfer Resmi
  • Bos Yamaha Dorong MotoGP Punya Jendela Transfer Resmi
  • Bos Yamaha Dorong MotoGP Punya Jendela Transfer Resmi
  • Bos Yamaha Dorong MotoGP Punya Jendela Transfer Resmi
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad