Narasina.com - Singapura mencatat prestasi di sektor pariwisata. Negara kota tersebut dinobatkan sebagai negara terbaik untuk budaya dan pariwisata di Asia Tenggara dalam pemeringkatan tahun 2026.
Peringkat itu disusun oleh U.S. News & World Report bersama University of Pennsylvania. Dalam daftar tersebut, Singapura menempati posisi ke-22 dunia dari total 100 negara dan wilayah yang dinilai.
Unggul dalam Budaya dan Pengaruh Global
Penilaian dilakukan berdasarkan dua subkategori utama, yakni pengaruh global serta warisan dan daya tarik budaya. Singapura menjadi negara dengan peringkat tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Dilansir VnExpress pada Jumat (22/5), metode penilaian tahun ini berbeda dibanding edisi sebelumnya. Pemeringkatan kini menggunakan metodologi berbasis data untuk menentukan posisi masing-masing negara.
Sebelumnya, penilaian dilakukan berdasarkan persepsi melalui survei terhadap para ahli dan pelaku bisnis.
Dalam daftar tersebut, Malaysia berada di posisi kedua di Asia Tenggara. Setelah itu disusul Thailand, Indonesia, dan Filipina.
Pendapatan Pariwisata Singapura Tembus Rekor
Secara global, Amerika Serikat menempati posisi pertama sebagai negara terbaik untuk pariwisata. Posisi berikutnya ditempati Swiss dan Inggris.
Keberhasilan Singapura di sektor budaya dan pariwisata juga tercermin dari pendapatan industrinya yang terus meningkat.
The Straits Times melaporkan pendapatan pariwisata Singapura mencapai rekor S$32,8 miliar sepanjang 2025. Angka itu naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Jumlah wisatawan internasional juga meningkat menjadi 16,9 juta orang pada tahun lalu.
Target Wisatawan Naik pada 2026
Pemerintah Singapura memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan internasional akan terus bertambah pada 2026. Target yang dipasang berada di kisaran 17 juta hingga 18 juta wisatawan.
Sementara itu, pendapatan sektor pariwisata diproyeksikan mencapai antara S$31 miliar hingga S$32,5 miliar.
Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, pemerintah Singapura menyiapkan dana pengembangan pariwisata sebesar S$740 juta dalam lima tahun ke depan.
Nilai tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding alokasi Tourism Development Fund tahun 2024 yang sebesar S$300 juta.
Selain itu, Singapura juga berupaya menarik lebih banyak wisatawan kapal pesiar. Langkah itu dilakukan di tengah gangguan wilayah udara Timur Tengah dan harga bahan bakar jet yang masih belum stabil.
Singapura sendiri sebelumnya dinobatkan sebagai negara terkaya kedua di dunia setelah Swiss berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita tahun 2025.
