Narasina.com - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, melontarkan pernyataan kontroversial terkait perjalanan klubnya di Liga Spanyol. Ia menuding adanya korupsi sistematis yang membuat Real Madrid kehilangan sejumlah gelar.
Pernyataan tersebut disampaikan Perez dalam konferensi pers di Madrid pada Selasa (12/5/2026). Ia mengklaim sebagian gelar LaLiga milik Real Madrid telah “dirampok”.
"Saya telah berada di sini selama beberapa musim dan saya telah memenangkan 7 Liga Champions dan 7 gelar LaLiga, karena yang lainnya dicuri dari saya. Korupsi sistemik selama 2 dekade dan masih wasit yang sama," ungkapnya dilansir dari Diario Sport.
Perez melontarkan kritik tersebut setelah Real Madrid gagal meraih gelar dalam dua musim terakhir. Ia juga menyinggung persoalan dugaan suap wasit yang sebelumnya menyeret Barcelona.
Pernyataan Florentino Perez langsung mendapat respons dari Presiden LaLiga, Javier Tebas. Ia mengaku heran dengan tudingan yang disampaikan petinggi Real Madrid tersebut.
Tebas bahkan meminta Real Madrid menunjukkan bukti jika memang memiliki laporan terkait dugaan kecurangan di kompetisi Liga Spanyol.
"Saya menanti dan mau melihat semua laporan dari mereka yang katanya setebal 500 halaman. Saya mau lihat semuanya," cetusnya.
Ia menegaskan bahwa tuduhan Perez tidak sesuai dengan fakta yang ada.
"Apa yang Perez katakan tidak benar," tegasnya.
Javier Tebas mengakui memang ada sejumlah klub yang mencoba memengaruhi penunjukan wasit. Namun menurutnya hal tersebut tidak berarti adanya praktik pencurian gelar.
"Memang benar bahwa beberapa klub mencoba memengaruhi beberapa penunjukan wasit, tetapi tidak benar bahwa mereka dirampok," tegasnya.
Tebas juga menilai narasi yang dibangun terkait dugaan korupsi wasit justru dapat merusak citra sepak bola Spanyol, Komite Teknis Wasit (CTA), hingga Real Madrid sendiri.
"Sebuah narasi telah dibangun yang merusak sepak bola, CTA (Komite Teknis Wasit), dan Real Madrid sendiri. Ini adalah mentalitas yang seharusnya tidak dibiarkan berkembang," tutupnya.
