Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

RI Targetkan 114 Daerah, Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot untuk Tekan Emisi Metana

RI Targetkan 114 Daerah, Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot untuk Tekan Emisi Metana
(Liputan6/Winda Nelfira)

Narasina.com - Pemerintah Indonesia mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi dan listrik atau waste to energy. Program ini akan diterapkan di sekitar 114 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut menjadi strategi utama pemerintah dalam menekan emisi gas metana yang dinilai berbahaya bagi lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan sampah terbuka.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Jumhur Hidayat, mengatakan proyek ini mencakup sekitar 34 wilayah aglomerasi besar di Indonesia.

“Ada sekitar 34 daerah aglomerasi yang akan menggunakan waste to energy atau waste to electricity. Hal itu kira-kira mencakup sekitar 113 sampai 114 kota dan kabupaten di Indonesia,” kata Jumhur.

Menurutnya, pengendalian emisi metana menjadi hal yang sangat mendesak karena dampaknya terhadap atmosfer jauh lebih besar dibandingkan karbon dioksida.

“Gas metan ini bisa merusak ozon 28 sampai 30-an kali lebih besar ketimbang karbon dioksida,” tegasnya.

Data KLH menunjukkan bahwa sumber utama emisi metana di Indonesia berasal dari tempat pembuangan akhir dengan sistem open dumping serta limbah cair pabrik kelapa sawit (POME). Karena itu, pemerintah mulai menggandeng berbagai pihak untuk mengolah sampah menjadi energi.

Sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Makassar telah mulai mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi listrik tersebut. Salah satu kota di Sumatera bahkan ditargetkan menjadi yang pertama beroperasi.

“Oktober nanti di Palembang sudah bisa beroperasi itu waste to electricity-nya. Jadi di beberapa tempat sedang berlangsung,” ungkap Jumhur.

Selain proyek berskala besar, pemerintah juga menyiapkan teknologi pengolahan sampah kapasitas kecil, yakni 100 hingga 200 ton untuk tingkat kabupaten. Hasil pengolahan ini tidak selalu menjadi listrik, tetapi juga bentuk energi lainnya.

Pemerintah juga melakukan pembenahan terhadap sistem pembuangan open dumping yang selama ini masih banyak digunakan. Sistem tersebut akan ditutup menggunakan plastik geomembran HDPE untuk menangkap gas hasil pembusukan sampah.

Selain itu, upaya penangkapan gas metana dari limbah industri kelapa sawit juga terus ditingkatkan untuk dikonversi menjadi energi listrik.

“Jadi semua cara kita lakukan. Kita sangat serius mereduksi gas metan karena kita ingin selamat, baik di Indonesia maupun di dunia,” tandas Jumhur.

Baca Juga
Tag:
Artikel Terbaru
  • RI Targetkan 114 Daerah, Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot untuk Tekan Emisi Metana
  • RI Targetkan 114 Daerah, Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot untuk Tekan Emisi Metana
  • RI Targetkan 114 Daerah, Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot untuk Tekan Emisi Metana
  • RI Targetkan 114 Daerah, Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot untuk Tekan Emisi Metana
  • RI Targetkan 114 Daerah, Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot untuk Tekan Emisi Metana
  • RI Targetkan 114 Daerah, Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot untuk Tekan Emisi Metana
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad