Narasina.com - Pemerintah Thailand memperketat pengawasan kesehatan terhadap pelancong dari wilayah terdampak Ebola. Seluruh pelancong yang datang dari atau sempat transit di Republik Demokratik (RD) Kongo kini diwajibkan menjalani karantina minimal 21 hari.
Kebijakan tersebut tetap berlaku meski pelancong tidak menunjukkan gejala penyakit. Langkah itu diputuskan sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran wabah Ebola ke Thailand.
WHO Tetapkan Darurat Kesehatan
Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand (DDC), Montien Kanasawadse, mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah Ebola akibat virus Bundibugyo di RD Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.
“Departemen Pengendalian Penyakit menegaskan bahwa Thailand siap untuk melakukan operasi pengawasan, pencegahan, dan respons terhadap keadaan darurat kesehatan masyarakat,” kata Dr Montien, dikutip dari The Straits Times.
Menurutnya, hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan yang disetujui secara resmi untuk strain Ebola tersebut. Situasi wabah di RD Kongo juga disebut terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.
Karena itu, Thailand mulai meningkatkan pemeriksaan terhadap seluruh pelancong yang berasal dari wilayah berisiko tinggi.
Pelancong Wajib Dipantau 21 Hari
Hingga 22 Mei 2026, Thailand mencatat terdapat 10 pelancong yang tiba dari wilayah terdampak Ebola. Delapan orang berasal dari Uganda dan dua lainnya dari RD Kongo.
Meski tidak ditemukan gejala Ebola saat pemeriksaan kedatangan, seluruh pelancong tetap diwajibkan menjalani pemantauan kesehatan selama 21 hari.
Pelancong dari Uganda tanpa gejala akan berada di bawah pengawasan ketat dan wajib rutin melapor kepada petugas kesehatan.
Sementara itu, pelancong dari RD Kongo wajib menjalani karantina di fasilitas khusus selama minimal 21 hari, meski tidak memiliki gejala apa pun.
Kebijakan berbeda tersebut diterapkan karena RD Kongo dinilai memiliki tingkat risiko penyebaran Ebola yang lebih tinggi.
Gejala Mirip Ebola Langsung Diisolasi
Thailand juga menetapkan langkah khusus bagi pelancong yang menunjukkan gejala menyerupai Ebola. Mereka akan langsung diisolasi di fasilitas medis khusus setidaknya selama 21 hari.
Dr Montien mengimbau warga Thailand untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke negara dengan status zona penyakit menular berbahaya, terutama RD Kongo dan Uganda.
Bagi warga yang tetap harus bepergian, pemerintah meminta agar seluruh protokol kesehatan dipatuhi dengan ketat.
Ia juga mengingatkan siapa pun yang baru kembali dari wilayah terdampak dan mengalami demam atau gejala tidak biasa agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Selain itu, riwayat perjalanan wajib disampaikan kepada tenaga medis untuk mempermudah proses pemeriksaan dan penanganan.
Thailand Siap Sesuaikan Kebijakan
DDC menyatakan akan terus memantau perkembangan wabah Ebola untuk menentukan apakah kebijakan yang diterapkan perlu diperketat atau disesuaikan.
Departemen tersebut juga berencana berdiskusi dengan Kementerian Luar Negeri Thailand guna mempertimbangkan kebijakan dari sisi hubungan internasional.
“Langkah-langkah penanganan akan terus disesuaikan mengikuti perkembangan situasi demi menjaga kepercayaan publik dan keamanan kesehatan masyarakat,” ujar Dr Montien.
